Panduan Untuk Meningkatkan Pelaporan Data Anda FineReport | BI Reporting and Dashboard Software

Panduan Untuk Meningkatkan Pelaporan Data Anda

Dulu ketika pelaporan data terdiri dari satu tumpukan angka, mungkin kita tidak bisa membayangkan tool modern yang telah merevolusi pelaporan data: indah, nyaman, dan terintegrasi dengan berbagai sistem. Saat ini, laporan data telah menjadi dasar dalam pembuatan keputusan dan juga terkait erat dengan analisis data dan intelijen bisnis untuk membantu kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai bisnis kita.

Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan apa itu pelaporan data, jenis pelaporan umum, dan menggunakan kasus sebenarnya untuk mengklarifikasi lima langkah untuk meningkatkan pelaporan data Anda dan pada akhirnya, saya akan memberikan contoh laporan data industri terbaik untuk Anda.

1. Apa Itu Pelaporan Data?

Pelaporan data, seperti dashboard mobil yang menampilkan instrumentasi dan kontrol untuk operasi kendaraan, dapat memberi tahu Anda apa yang sedang terjadi dalam bisnis Anda. Sebelumnya, pelaporan data biasanya memunculkan data statis yang dihitung secara manual atau ditampilkan dalam Excel, PDF, dan PPT. Sekarang, dengan munculnya aplikasi pelaporan, pelaporan data dapat mengubah data menjadi informasi yang bermakna dan berguna, serta menjelaskan masalah dalam bisnis Anda dengan menampilkan data mentah secara dinamis dalam bentuk tabel, grafik, atau dashboard.

data reporting

Dari Google

2. Jenis Pelaporan Data

Menurut layout laporan, struktur sumber data, mode pencetakan dan mode analisis data, laporan dapat dibagi menjadi beberapa jenis berikut:

2.1 Laporan Mendetail:

Laporan mendetail dipakai terutama untuk mendaftarkan data, seperti daftar penjualan, daftar pelanggan, daftar pengeluaran. Untuk membuat laporan mendetail ini, Anda dapat menggunakan widget seperti tabel, daftar, kotak teks, dan sebagainya.

2.2 Laporan Grafik:

Dengan menyajikan data dalam berbagai jenis grafik, hubungan antara data dan tren data dapat dianalisis dengan lebih baik.

2.3 Laporan Multi-kolom:

Dengan menggunakan multi-kolom, area dimana laporan dibuat dapat dimanfaatkan. Ada dua jenis multi-kolom: kolom horizontal dan kolom vertikal. Laporan multi-kolom sering digunakan untuk mencetak barcode, label, kartu informasi pribadi, dan sebagainya.

2.4 Laporan Grup

Laporan grup dipakai terutama untuk menampilkan data dalam beberapa kategori untuk memfasilitasi ringkasan data seperti ringkasan pesanan grup.

2.5 Laporan Interaktif

Laporan interaktif dipakai terutama untuk memenuhi permintaan pengguna dalam menganalisis data laporan yang biasanya mencakup drill-down, drill-through, penyaringan data, penyortiran data, dan metode lainnya.

3. Langkah-langkah Untuk Meningkatkan Pelaporan Data

3.1 Cari target audiens dari pelaporan data

Pelaporan data dipakai untuk menyajikan data kepada sekelompok orang tertentu. Oleh karena itu, langkah pertama adalah mengklarifikasi objek laporan, mengatur konten dan struktur dari perspektif objek, serta menyoroti fokus setiap modul dalam laporan.
Misalnya, jika laporan data tersebut adalah untuk manajer, seperti laporan rutin mengenai produk atau kinerja produk baru. Dalam hal ini, hal yang harus disorot dalam laporan data adalah apakah indikator utama telah memenuhi persyaratan kita. Berdasarkan hal ini, manajer dapat melakukan analisis yang lebih mendalam tentang mengapa kinerjanya baik atau di mana masalahnya untuk meningkatkan performa kinerja. Jika laporan tersebut dibuat untuk rekan dalam bisnis, fokusnya adalah untuk menemukan masalah dan membuat rencana peningkatan kinerja untuk membantu rekan Anda dengan data tersebut. Jika laporan itu untuk publik, umumnya data perlu berfokus kepada hasil dan tren daripada proses. Ini adalah paradigma untuk laporan yang diterbitkan oleh konsultan secara publik.

Dari Google
Sekarang, anggaplah Anda adalah seorang kepala departemen keuangan dan Anda perlu membuat laporan data bulanan untuk rapat perusahaan bulanan Anda. Apa langkah selanjutnya?

3.2 Mengklarifikasi indikator inti

Langkah kedua ini dapat dipecah menjadi dua tahap: 1. Perjelas apa indikator inti. 2. Jelaskan bagaimana cara mengukur indikator inti

  • Langkah 1: Perjelas apa indikator inti

Dalam hal ini, manajer di masing-masing departemen ingin memiliki pandangan yang komprehensif tentang kinerja bisnis perusahaan dan kinerja masing-masing departemen. Mungkin Anda perlu bertanya kepada diri Anda sendiri: Apa indikator inti yang dapat memberitahu Anda mengenai apa yang terjadi di perusahaan dan departemen?

Bagi perusahaan, laba bersih, penjualan, piutang, dan saham adalah indeks utama. Sementara untuk departemen, mereka harus memperhatikan tingkat penyelesaian bulanan dalam hal laba kotor dan laba bersih.

  • Langkah2: Perjelas bagaimana cara mengukur indikator inti

Mengklarifikasi cara mengukur KPI yang Anda tentukan sama pentingnya seperti membuat laporan intuitif. Mari kita uraikan indeks kunci dari berbagai aspek:
Aspek waktu: Apa kerangka waktu Anda? Setiap tahun, triwulan atau bulanan?
Aspek perbandingan: Bandingkan laba kotor setiap tahun? Atau bandingkan laba kotor masing-masing departemen?
Aspek unit: Apa satuan ukuran Anda? Ribuan atau jutaan? USD atau Euro?
Aspek proporsi: Apa penjualan setiap departemen? Produk apa yang lebih menguntungkan?

Dari Google

3.3 Pilih aplikasi pelaporan data yang tepat

Ada 6 aspek yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih aplikasi pelaporan yang tepat:

  • Jenis sumber data apa yang didukung?
  • Apakah mudah untuk menggunakan perancang laporannya?
  • Apakah ini mendukung laporan yang kompleks dan efek visual yang kaya?
  • Apakah aplikasi pelaporan mendukung penggunaan dalam ponsel?
  • Apa jenis format ekspor dan pencetakan yang didukung?
  • Apakah aplikasi pelaporan ini merupakan aplikasi terbuka?

3.4 Persiapkan sumber data

Setelah Anda menentukan target audiens dan indikator inti, sekarang saatnya untuk mempersiapkan data.
Terdapat banyak sumber data dan Anda perlu memilih sumber data yang stabil dan andal sesuai dengan kebutuhan indikator yang berbeda.
Banyak dari data ini berasal dari berbagai sumber. Setelah Anda memilih set data Anda, mengintegrasikan data dari sistem bisnis yang terpisah dapat dilakukan dalam aplikasi pelaporan data seperti FineReport, yang dapat menghindari kesalahan yang disebabkan oleh kerjaan manual dan juga menghemat waktu Anda. Perlu diingat bahwa untuk data yang terkait dengan uang, seperti laba bersih, piutang dalam kasus ini, dll., Harus ada sistem rekonsiliasi yang ketat untuk memeriksa dan merekonsiliasi akun. Jika ada fluktuasi abnormal dalam satu sumber data, Anda dapat membuat analisis perbandingan dengan bantuan sumber data lain. Jika kedua belah pihak memiliki arah dan amplitudo fluktuasi yang sama, maka data harus dianalisis dari perspektif bisnis. Jika ada perbedaan besar antara kedua belah pihak, maka ada kemungkinan terdapat kesalahan di sumber data.

Di sini, saya menggabungkan 6 tabel dari database pengelolaan inventaris ERP dan CRM untuk menampilkan indikator. Untungnya dengan FineReport, proses ini hanya memakan waktu beberapa detik.

3.5. Pilih grafik yang tepat

Memilih jenis grafik yang sesuai dengan target laporan adalah satu prinsip dalam membuat laporan data. Misalnya, grafik batang dapat menampilkan perubahan volume, grafik garis dapat menunjukkan tren, dan grafik cluster bar dapat membandingkan indeks yang sama dari bisnis yang berbeda.

Dari FineReport

Dalam kasus seperti ini, saya menggunakan grafik batang untuk membandingkan laba kotor tahunan di tahun ini dengan target laba kotor di tahun sebelumnya.

Dari FineReport

3.6. Buat laporan yang menakjubkan secara visual

Efek grafik yang canggih dalam aplikasi pelaporan inovatif telah meningkatkan pengalaman visual pelaporan data. Namun, untuk merancang laporan data yang sempurna, Anda juga perlu merancang layoutnya dan memilih pola warna untuk visualisasi data Anda. Saya merekomendasikan Anda untuk menggunakan fitur tema warna cerdas dalam aplikasi pelaporan data, yang akan menghemat waktu Anda dalam menjaga konsistensi warna dan gaya.

Dalam proyek ini, setelah saya menyeret komponen yang bersangkutan dengan KPI dan sesuai dengan interface, saya memilih tema warna yang direkomendasikan oleh FineReport.

data reporting process

Dibuat dengan FineReport

Semua proses pembuatan laporan data di bawah ini hanya memakan waktu lima menit.

data reporting

Dibuat dengan FineReport

4. Contoh pelaporan data di berbagai industri

Akhirnya, saya ingin menekankan bahwa kita berada di era pembacaan fragmentasi, era dimana kita membaca gambar. Banyak orang suka dengan tampilan visual yang keren. Konten visual dapat menghasilkan dampak yang lebih besar dalam waktu singkat. Penelitian telah menunjukkan bahwa otak memproses konten visual hingga 60.000 kali lebih cepat daripada konten teks. Jadi, jika Anda ingin membuat laporan data Anda menonjol dan menarik perhatian orang banyak, Anda perlu menambahkan lebih banyak elemen visualisasi data kedalam laporan data Anda.

Selanjutnya, mari kita lihat beberapa laporan data dengan elemen visual yang luar biasa di berbagai industri.

Kondisi Transportasi Kereta Bawah Tanah Harian

rail transport data reports

Dibuat dengan FineReport

Laporan Penjualan

Sales data reporting

Dibuat dengan FineReport

Pemantauan Jalan Tol

monitoring reporting

Dibuat dengan FineReport

Perbankan

Bank data reports

Dibuat dengan FineReport

Akhirnya

Untuk bisnis Anda, pelaporan data adalah pilihan yang baik bagi Anda untuk mengubah data mentah apa pun menjadi informasi yang bermakna dan membantu Anda dalam membuat keputusan yang lebih akurat yang didasarkan kepada data. Dan untungnya, dengan langkah yang tepat dan aplikasi pelaporan data yang tepat, Anda tidak perlu lagi mengulang kerjaan yang sama atau membuat kesalahan yang tidak disengajai.

Anda mungkin juga tertarik dengan…

Aplikasi Pelaporan: Semua yang Perlu Anda Ketahui

6 Tips Penting Untuk Memilih Aplikasi Pelaporan yang Tepat

3 Jenis Laporan yang Perlu Dipelajari Business Analyst

Related Posts

© All Right Reserved