Top 6 Software Penganalisa Data 2020 FineReport | BI Reporting and Dashboard Software

Top 6 Software Penganalisa Data 2020

Kalau bicara soal software penganalisa data, biasanya kita punya banyak pertanyaan. Apa perbedaan dari berbagai macam software penganalisa data? Mana yang lebih baik? Mana yang perlu saya pelajari?

Meskipun ini adalah topik yang umum, topik ini sangatlah penting dan saya bekerja keras untuk mencari jawaban masalah ini.

Kalau Anda cek internet mengenai masalah ini, cukup susah untuk menemukan jawaban dari sudut pandang yang netral karena banyak reviewer yang mengevaluasi software ini memiliki sudung pandang yang berbeda-beda, bahkan ada yang menggunakan perasaan pribadi dalam review mereka.

Hari ini, kita sampingkan dulu perasaan pribadi ini. Saya akan secara objektif memberitahu Anda pandangan pribadi saya mengenai software-software penganalisa data di pasar untuk referensi Anda.

Saya telah memilih 6 software dari 3 tipe. Sekarang saya akan perkenalkan satu per satu.

1. Excel

Dengan banyak fitur seperti pembuatan formulir, table Pivot, VBA, dll., sistem Excel sangatlah besar, tidak ada software penganalisa data lain yang dapat menyainginya. Fitur ini memastikan pemakai data menganalisa data sesuai kebutuhan mereka.

Namun, sebagian orang yang pakar dalam bahasa programing memandang rendah akan Excel karena ketidakmampuannya dalam memproses data skala besar. Tapi, mari berpikir sejenak, apakah data yang kita proses dalam keseharian melebihi batasan? Menurut saya, Excel ini software yang serba guna dan paling cocok dipakai untuk memproses data skala kecil. Dengan plugins, Excel dapat menangani miliaran data.

Sebagai ringkasan, berdasarkan fitur dan skala pengguna Excel, software ini tidak dapat digantikan. Jika Anda ingin mempelajari analisis data, Excel pastinya cocok menjadi pilihan pertama Anda.

2. Software BI

Inteligensi Bisnis diciptakan untuk menganalisa data. Fungsi utamanya adalah untuk mempersingkat waktu pembuatan keputusan melalui data dalam bisnis yang di proses dan memakai data untuk mempengaruhi keputusan tersebut.

Tujuan produk Excel tidak seperti ini. Excel dapat melakukan banyak hal. Anda bahkan dapat memakai Excel untuk membuat kurikulum, kuesioner, kalkulator, atau untuk menggambar. Jika Anda menguasai VBA, Anda juga dapat membuat permainan kecil. Tetapi, semua fitur ini tidak dapat dipakai dalam menganalisa data.

Software BI khusus dipakai untuk menganalisa data.

Mari ambil software BI yang dipakai pada umumnya seperti Power BI, FineReport, dan Tableau sebagai contoh. Anda akan menemukan bahwa software ini didesain berdasarkan proses penganalisaan data mereka. Prosesnya sebagai berikut: proses data, pembersihan data, dan kemudian data modeling. Akhirnya, visualisasi data dipresentasikan dengan grafik untuk mengidentifikasi masalah dan mempengaruhi keputusan.

Ini adalah satu-satunya cara untuk menganalisa data, tapi terdapat beberapa masalah dalam proses ini.

Contohnya, pengulangan kerja dan kerjaan tidak penting seperti pembersihan data yang dapat diatasi oleh software BI.

Jika jumlah data besar, software tradisional seperti Excel tidak dapat melengkapi tabel Pivot.

Jika kita menggunakan Excel untuk menampilkan grafis, pengeditan grafik akan memakan banyak waktu, termasuk warna dan setting font.

Software BI dapat menangani semua masalah ini.

Mari kita bandingkan 3 software BI yang populer di pasaran: PowerBI, FineReport. dan Tableau.

1. Tableau

Inti penggunaan Tableau sebenarnya adalah tabel Pivot dan grafik Pivot dari Excel. Tableau ngerti jelas akan fitur Excel ini sehingga ia memasuki pasar BI dengan menekankan penggunaan tabel dan grafik Pivot.

Tableau

Tableau

Dari perspektif sejarah pengembangannya dan tanggapan pasar saat ini, Tableau unggul dalam visualisasi. Menurut saya, tanggapan tersebut bukanlah karena betapa kerennya grafik mereka, tetapi karena desain, warna, dan layar interaktif penggunanya yang sederhana dan segar.

Ini memang seperti propaganda Tableau, menginvestasikan banyak energi untuk mempelajari apa jenis grafik orang suka, bagaimana cara untuk memberi pengguna pengalaman yang menakjubkan dalam hal operasi dan visual. Seperti iklan Tableau, tim mereka menempatkan banyak usaha untuk mempelajari apa jenis grafik yang orang suka dan memberi pengguna pengalaman yang menakjubkan dalam hal operasi dan visual.

Sebagai tambahan, Tableau menambahkan fitur pembersihan data dan lebih banyak fitur analisis data. Ini merupakan pengembangan produk yang dapat diprediksi.

 

2. Power BI

Keunggulan Power BI adalah model bisnis dan kemampuan penganalisaan datanya.

Power BI dulunya merupakan sebuah plug-in dari Excel jadi pengembangannya tidak ideal. Terakhir, Power BI keluar dari Excel dan dikembangkan sebagai software BI. Meskipun ia telat masuk pasaran, Power BI memiliki update konstan tiap bulannya dan mengejar ketinggalannya dengan cepat.

Power BI

Power BI saat ini memiliki 3 metode lisensi: Power BI Free, Power BI Pro. dan Power BI Premium. Seperti Tableau, fitur dalam versi gratis tidaklah lengkap. Tetapi fitur-fitur ini hampir cukup untuk pemakaian pribadi. Analisa data Power BI sangatlah ampuh, dan PowerPivot dan bahasa DAX memperbolehkan saya untuk mengimplimentasi analisa yang kompleks dan canggih dengan cara yang sama seperti menulis formula di Excel.

 

3. FineReport

Yang membuat FineReport unik adalah fitur penganalisaan data mandiri yang cocok untuk pengusaha. Dengan operasi sederhana seperti drag & drop, Anda dapat mendesain bermacam-macam gaya laporan dan membuat sistem penganalisaan keputusan data.

data analytics tool

Coba gratis
FineReport dapat dikoneksikan ke semua jenis database. Penggunaannya gampang dan dapat dengan mudah menyesuaikan berbagai gaya dalam pembuatan laporan mingguan, bulanan, dan tahunan. Formatnya sama seperti layar interaktif Excel. Fiturnya mencakupi pembuatan laporan, izin akses, pengelolaan laporan, entri data, dll.

Sebagai tambahan, fitur visualisasi FineReport sangatlah terkemuka yang menyediakan berbagai variasi template dashboard dan beberapa plug-in library visual kembangan sendiri.

Masalah harga, versi pribadi FineReport gratis dan semua fiturnya dapat dipakai.

 

3. R & Python

R & Python adalah software ketiga yang ingin saya bicarakan. Meskipun software seperti Excel dan software BI lainnya didesain dengan upaya maksimal untuk menganalisa data dalam hampir semua skenario, mereka pada dasarnya adalah buatan kustom. Jika sebuah software tidak memiliki fitur tertentu, ada kemungkinan Anda tidak dapat menyelesaikan kerjaan Anda tanpa fitur tersebut.

Bahasa pemrograman berbeda dalam hal ini. Ia sangatlah fleksibel dan canggih. Anda dapat memprogram code untuk melakukan apa yang Anda perlukan. Contohnya, R dan Python adalah software yang harus dimiliki oleh ilmuwan data. Dari perspektif profesional, R & Python pastinya lebih bagus dibandingkan Excel dan software BI.

Jadi, apakah skenario yang dapat ditangani R & Python, sedangkan susah untuk Excel and software BI?

 

1)  Analisis Statistik Profesional

Dalam bahasa pemrograman, R adalah yang terbaik dalam menganalisa statistik, seperti distribusi normal yang menggunakan algoritma untuk mengklasifikasikan cluster dan analisis regresi. Jenis analisa seperti ini menggunakan data sebagai eksperimen. Ini dapat membantu kita menjawab pertanyaan berikut.

Sebagai contoh, apakah distribusi data termasuk distribusi normal, distribusi segitiga atau jenis distribusi lainnya? Apa situasi diskritnya? Apakah ia terdapat didalam rentang statistik yang dapat dikontrol sesuai keperluan kita? Apa besar efek parameter yang berbeda-beda terhadap hasilnya? Dan ada juga analisis simulasi hipotesis. Jika parameter tertentu berubah, apa dampaknya?

2) Analisis Prediksi Individual

Contohnya, kita ingin memprediksi tingkah laku seorang konsumer. Seberapa lama dia akan berada di toko kita? Berapa yang akan dia belanjakan? Kita dapat menemukan status kredit personal dan membuat pinjaman sesuai dengan catatan konsumsi online orang tersebut. Atau kita dapat merekomendasikan barang yang berbeda sesuai dengan sejarah penggunaan internetnya. Hal ini melibatkan konsep yang populer saat ini yaitu pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan.

Ringkasan

Perbandingan diatas mengilustrasikan perbedaan dari beberapa software. Yang ingin saya rangkumkan adalah: Excel, software BI ataupun bahasa pemrograman memiliki fungsi yang saling tumpang tindih, tapi mereka juga adalah software pelengkap. Nilai tiap-tiap software tergantung dari aplikasi yang akan dikembangkan dan situasi pemakaian

Sebelum Anda memilih software penganalisa data, Anda harus mengerti jenis kerjaan Anda terlebih dahulu, apakah Anda akan menggunakan aplikasi sesuai skenario diatas. Atau, pikir tentang arah karir Anda: apakah karir Anda mengarah ke ilmu data or analisa bisnis.

Anda mungkin tertarik juga dengan…

Keahlian yang Perlu Dikuasai Seorang Analis Data

Perbandingan Software Penganalisa Data: Excel, R, Python, dan BI

Software Penganalisa Data Mana yang Harus Saya Pelajari untuk Memulai Karir Sebagai Seorang Analis Data?

Related Posts

© All Right Reserved